3 Alasan Kenapa Fresh Graduate Susah Dapat Kerja

3 Alasan Kenapa Fresh Graduate Susah Dapat Kerja

Apakah kamu pernah berfikir kenapa setiap tahun angka pengangguran di Indonesia semakin banyak, padahal hal itu juga diimbangi dengan lulusan kuliah maupun sma/smk yang juga semakin bertambah. Hal ini kembali membuat kita berfikir, kenapa fresh graduate susah dapat kerja? Terlebih lulusan kuliah atau fresh graduate yang memang punya berekspetasi kembali etika lulus langsung dengan mudah dapat kerja. Tetapi pada kenyataannya tak semudah itu, lulusan kuliah atau biasa yang disebut fresh graduate terkadang harus merasakan perihnya ditolak banyak perusahaan dengan berbagai alasan.

Tetapi disisi lain banyak juga fresh graduate yang dengan mudah mendapatkan pekerjaan, bahkan sebelum dia lulus kuliah. Hal ini membuat banyak pikiran negatif seperti adanya orang dalam, hoki, punya penampilan goodlooking, dan lainnya.

BACA JUGA : Mahasiwa IT Wajib Baca! Tips Kuliah IT Buat Persiapan Karirmu

Tapi sebelum kamu berfikir seperti itu, simak ulasan point dibawah ini yang kemungkinan jadi alasan kenapa fresh graduate susah dapat kerja.

Tidak Memiliki Skill

Tidak Memiliki Skill

Jelas ini menjadi permasalahan utama. Ketika kamu sama sekali tak memiliki skill yang berhubungan dari kuliah atau backgroundmu tentunya ini menjadi salahsatu faktor kuat kenapa fresh graduate susah dapat kerja. Bagaimana kamu bisa jadi programmer, kalo kamu sendiri belum mulai ngoding dari masa kuliah? Padahal untuk mengerti tentang dunia programming diperlukan waktu belajar yang panjang dan harus konsisten.

Karena dalam prosesnya, kamu harus belajar bertahap dari yang paling basic sampai yang sulit. Mimin ambil contoh ketika kamu mau jadi Web Developer kamu harus mempelajari HTML, CSS, Bahasa Backend (PHP/Go/etc) dan Framework (Laravel/Django/etc). Belum lagi ketika kamu nantinya bekerja dalam tim kamu harus bisa menggunakan Github atau Gitlab. Selain itu harus paham juga bagaimana mengambil dan menggunakan sebuah API. Maka dari itu, kamu perlu pelajari hal ini ketika kamu kuliah. Tak harus menguasai semua, minimal kamu paham dasar dan cara kerjanya.

Takhanya sebagai developer, ketika kamu ingin melamar pekerjaan apapun pastikan kamu suka dan paham dengan cara kerja di profesimu. Ketika kamu ingin jadi sopir bus, ya kamu harus bisa nyetir kendaraan roda 4. Ketika kamu ingin bekerja di bidang marketing, ya kamu harus bisa berkomunikasi baik dan bisa mempromosikan produk yang kamu punya.

BACA JUGA : 7 Soft Skills Untuk Anak IT Yang Perlu Kamu Ketahui

Tidak Memiliki Portofolio

Selanjutnya hal yang mungkin bisa jadi alasan kenapa fresh graduate susah dapat kerja adalah kamu tidak memiliki portofolio. Sebagai developer, kamu wajib menunjukkan aplikasi atau project apa saja yang telah kamu buat sebagai bentuk nyata dari skillmu. Hal ini sangat berpengaruh ketika kamu melamar pekerjaan, terutama perusahaan besar seperti Tokopedia, Gojek, Traveloka, dan lainnya. Perusahaan-perusahaan yang besar tentunya akan memilih orang yang berkualitas dan memiliki skill yang mumpuni. Karena selain portofolio digunakan untuk membuktikan skillmu, portofolio juga dapat digunakan untuk mengukur kematangan dari skillmu. Semakin banyak project yang telah kamu kerjakan, semakin banyak juga jam terbang yang kamu miliki. Hal ini tentunya berpengaruh pada pengalaman yang telah kamu capai, sehingga kematangan skillmu pun bisa terbilang baik.

Tidak Memiliki Pengalaman Kerja

Tidak Memiliki Pengalaman Kerja

Ketika kamu sudah merasa memiliki skill dan dapat ditunjukkan sengan protofolio yang kamu punya, harusnya kamu sudah bekerja sekarang. Tetapi kalau kamu masih ditolak perusahaan, mungkin ada satu hal lagi yang jadi faktor yaitu kamu tidak memiliki pengalaman kerja di profesi yang akan kamu lamar. Pengalaman kerja disini artinya kamu pernah bekerja sebelumnya di profesi yang kamu lamar. Terus gimana caraku dapat pengalaman kalau pas aku nglamar ditolak terus min? Jawabannya simpel yaitu magang atau internship.

Terkadang banyak universitas yang tidak mewajibkan mahasiswanya untuk magang, sehingga mahasiswa tersebut ketika lulus mereka tidak memiliki pengalaman kerja. Tetapi walau demikian, kamu tetap bisa menjalani magang atau internship secara mandiri. Karena keuntungan yang didapat itu sangat banyak sekali, terutama untuk dirimu sendiri. Dari mulai pengalaman kerja, pengetahuan di budaya kerja bagaimana, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan profesimu.

Banyak perusahaan yang mau menerima anak magang. Ada yang memberikan upah, ada juga yang tidak. Tetapi yang terpenting dari magang bukan masalah uang, tetapi bagaimana kamu bisa berkembang dan bisa mengambil banyak pengalaman ketika melakukan proses internship tersebut.

Mungkin itu saja gaes yang merupakan beberapa hal yang jadi alasan kenapa fresh graduate susah dapat kerja, terutama untuk seorang lulusan IT. Semoga bermanfaat 🙂

Share

Alfir Dausihaq

Seorang IT antusias yang tertarik menggeluti bidang web programming dan content creator. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang saya miliki, saya ingin banyak berbagi dan sharing tentang seputar IT.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *